MAKALAH
الحرف المزىدة والمحذوفة
Huruf-huruf
yang Ditambah dan Dibung dalam Sebagian Kalimat
Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Maharoh Kalam yang Diampu Oleh:
Rifqi Aulia Rahman, M.Pd
Disusun Oleh: Kelompok 3
1.
Fauzun
2.
Kuat Susianto
(2016040054)
3.
M. Dimyati Nur Asihin
4.
Muhammad Rofik
5.
Siti Nur Azizah
Fakultas Ilmu Tarbiah dan
Keguruan (FITK)
Program Studi Pendidikan Bahasa
Arab (PBA)
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN (UNSIQ)
Wonosobo Jawa Tengah
2017
DAFTAR ISI
1.
Judul..............................................................................................................
2.
Daftar Isi.......................................................................................................
3.
BAB I
Pendahuluan......................................................................................
4.
BAB II Pembahasan.....................................................................................
5.
BAB III
Penutup...........................................................................................
6.
Dafatr Pustaka...............................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Untuk
menambah wawasan di dalam pembelajaran tulis menulis bahasa huruf arab, perlu
sekali kaitannya kita belajar mengenahi berbagai hurufnya. Mengenai begitu
pentingnya penulisan yang baik dan benar perlu kiranya kita mempelajari
berbagai macam pelajaran kitabah. Didalam makalah ini akan di bahas tentang
huruf yang ditambah dan yang di kurangi dalam sebuah kaliamat.
B. Rumusan
Masalah
Daam
makalah ini kami memuat beberapa rumusan masalah yaitu :
1.
Huruf Mazidah
2.
Huruf Mahdzufah
C. Tujuan
makalah
1.
Mengetahui huruf apa saja yang menjadi tambahan,
dan terletak dimana hurur tersebut.
2.
Mengetahui huruf apa saja yang di buang dalam
sebuah kalimat dan apa saja hurufnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Huruf
Mazidah الحرف
المزىدة
1.
Huruf alif (ا )yang di tambahkan dan sebab-sebabnya.
Huruf alif yang di tambahkan ini hanya dalam
tulisan tetapi tidak berpengaruh pada panjangnya bacaan ketika di ucapkan.
Huruf
alif di tambahkan di ahir kalimat
bila;
a.
Jatuh setelah wawu jamak dan fiil madhi.
b.
Jatuh setelah wawa jamak dan fiil mudhori’ yang
di masuki amil jazem atau amil nasab.
c.
Jatuh setelah wawu jamak dan fi’il amr.
d.
Dalam kalimat fi’il yang di tanwin nashab
/fathah.
e.
Pada kalimat ما ئة
ketika mufrod dan tatsniah. Tetapi ketika jamak, huruf alif tidak di tambahkan.
Penambahan alif pada kalimat ما ئة adalah boleh (bukan wajib). Penambahan
alif ini banyak di lakukan oleh orang arabzaman dahulu. Nammun sekarang ahli
bahasa arab di kairo bersepakat menulisnya tanpa alif menjadi مئة.
Huruf Alif Tidak Ditambahkan Bila;
a.
Wawunya adalah wawu jamak mudzakar salim atau
yang mulhaq (serupa) dengan jamak mudzakar .
b.
Wawunya adalah wawu asma’ul khomsah.
c.
Wawunya adalah wawu asli (tidak menunjukan jamak)
d.
Wawunya adalah wau jamak tetapi bertemu dhomir
muttasil (baik ketika madhi, mudhori, amar).
2.
Penambahan Wawu Diahir Kalimat
Penambahan
wawu sama haknya penambahan alif, hanya saja tulisan dan tidan mempengaruhi
panjang nya baacaan atau huruf yang diberi wawu.
Penambahan
wawu pada kalimat ini adalah pada kalimat عمرو
Penjelasan :
Penambahan wawu dalam kalimat عمرو dimaksudkan untuk membedakan dengan
kalimat عمر.
a.
Wawau di tambahakan bila kalimat عمرو mahal rofa’ dan mahal jer.
b.
Wawu ditambahan bila kalimat عمرو mahal nasab dan di sandarkan ابن.
c.
Wawu tidak di tambahkan bila kalimat عمرو mahal nasab dan tidak di sansarkan pada
kaliamat ابن.
Tidak ditambahkan wawu pada kaliamat عمر baik ketika rofa’ nasab atau jer.
3.
Penambahan Ha’ di Akhir kalmat
Ha’
yang ditambahkan adalah ha’ waqof atau ha’ sakt ((سكت , yaitu ha’ mati/sukun yang tampak ketika
di ucapkan dalam keadaan waqaf dan hilang ketika kalimat tersebut di washalkan
atau di sambung dengan kalimat berikutnya.
Ha
waqaf harus di tambahkan dengan;
a.
Fi’il amar dari bina’ lafif marfu’ (fa fi’il dan
lam fi’il berupa huruf ‘illat), selama tidak bertemu dengan nu taukid. Bila
bertemu dengan nun taukid , ha’ waqof boleh di tambahkan boleh tidak.
b.
Fi’il amar ىرى-رأى.
c.
Ma (ما)
istifham yang di jerkan oleh isim sebelumnya.
d.
Huruf Hijaiyyah ketika dibaca hidup atau
berharokat. Misalnya, huruf hijaiyyah itu apa saja ? jah (jim), mah (mim),...
dan seterusnya.
Ha’ Waqof boleh (tidak wajib) di tambahkan dalam:
a.
Fi’il mudhori’ yang jazem dari bina’ lafifmarfuq.
b.
Panggilan pemintaan tolong dan
ratapan/kekecewaan.
c.
Ma (ما)
istifkam yang di jerkan oleh huruf jer.
d.
Isim yang diakhiri huruf ‘ilat ketika dibaca waqof.
e.
Kalimat yang di ahiri ya mutakalim ketika di baca
waqof.
A. Huruf-huruf
yang Dibuang dalam Sebagia kalimat المحذوفة الحرف
1. Membuang
Hamzah washal
Hamzah washal di buang dalam beberapa hal yaitu :
a. Bila jatuh
setelah hamzah istisham.
b. Dari ال bila di masuki huruf jer.
c. Dari
kalimat اسم bila berada dalam bacaan basmalah yang
lengkap/sempurna. Tapi bila kalimat اسم
tidakberada dalam bacaan basmalah yang sempurna maka hamzah washal di tetapkan.
Hamzah
dalam Kalimat ابن- ابنه adalah hamzah washal dan harus di buang :
a.
Bila jatuh setelah hamzah istifham.
b.
Bila jatuh setelah huruf nida ( (ىا.
c.
Bila kalimat ابن- ابنه
dalam bentuk mufrod, bukan tatsniah atau jamak, maka hamzah washalnya di
tetapkan.
d.
Bila kalimat ابن- ابنه
berada diantara dua ‘alam (nama) dan tidak di pisah dengan kalimat lain. Tetapi
bila di pisah dengan kalimat lain maka hamzah washal di tetapkan.
Hamzah
washal ditetapkan dengan ketentuan:
a.
Kalimat ابن- ابنه
berbetuk tatsniah atau jamak.
b.
Kalimat ebelum ابن- ابنه adalah isim yang di tanwin.
c.
Kalimat sebelum dan sesudah ابن- ابنه bukan ‘alam (nama)
Huruf ba’ dalam kalimat ابن- ابنه harus di sukun baik ketika hamzah washalnya di buang atau di
tetapkan. Pada kalimat ابنه ketika hamzah washalnya di bang maka di
perbolehkan mengganti ta’marbutoh menjadi ta’maftuhah.
2. Membuang
alif lam ال
Huruf
alif lam di buang apabila berada pada dua lam , lam pertama adalah kalimat
huruf (baik yang berharokat ksroh ataupun yang berharokat fathah), dan lam
yanfg ke dua adalah lam yang asli kalimat.
a.
ال di buang apabila huruf lam
masuk pada kalimat isimyang huruf awalnya lam dan isim itu sendiri di
makrifatkan dengan al. Kalimat لهو ,
huruf awalnya adalah lam. Dan apabila di makrifatkan dengan ال menjadi اللهو . Jika dimasuki huruf jel maka ال nya di buang .
b.
Bila kalimat isim yang di makrifatkan alif lam
itu huruf awalnya bukan lam maka ketika di masuki lam yang di buang hamzah
wasalnya saja.
3. Membuang
Alif
Dalam
bab ini, yang di maksud membuang alif
adalah dalam penulisannya saja, namun dalam bacaannya tetap (ketika di baca
panjang seakan-akan ada alifnya).
4. Mebuang
Nun
Yang
di maksud membuang nun dalam hal ini adalah meng idghomkannya. Huruf nun di idghom kan baik dalam penulisan maupun
pengucapannya.
a.
Huruf nun dari huruf jen عنdan مِن selalu di idghomkan bila dua huruf
jer ini masuk pada ما istifham, ما zaidah (tambahan) ما maushul, man dan istifham.
b.
Huruf nun dari huruf syafaat ان (in) selalu di idghomkan
bila in syarat bertemu dwngan maa zaidah, dan laa nafi’
c.
Huruf nun dari huruf nasab an selalu di idghomkan
bila setelah la nafi’.
5. Membuang
ya’
Huruf ya’
haru di buang ketika berada:
a.
Akhir isim manqus yang tidak di mudhofkan dan
ntidak dimasuki alif lam. Tetapi bila isim manqus dimudhofkan atau di masuki
alif lam maka huruf ya’nya ditetapkan.
b.
Akhir fiil amar yang berasal dari fi’il mu’tal
ahir ya’ (fiil yang harih terahirnya huruf ‘illat ya’).
c.
Ahir fiil mudhori yang berasal dari fiil mu’tal
ahir ya’ yang mahal jazem.
Namun membuang ya dalam kaliamt ابي-امير-ربي tidak wajib. Huruf ya’ dalam kalimat-kalimat
ini boleh di buang atau di tetapkan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Ada kalimat yang ketika ada huruf-huruf
tertentu baik di ahir atau di tengah dan di akhir maka ada huruf yang di tambah
dan ada yang di buang.
Huruf yang di tambah dalam beberapa
kalimat diantaranya, Huruf alif yang di
tambahkan ini hanya dalam tulisan tetapi tidak berpengaruh pada panjangnya
bacaan ketika di ucapkan. Penambahan wawu sama halnya penambahan alif, hanya
saja tulisan dan tidak mempengaruhi panjang nya baacaan atau huruf yang diberi
wawu.
Daftar pustaka
Munjinah,
Ma’rifatul.2009. Imla’ Teori dan Terapan. Malang. UIN Malang.
0 Comments